--------------------------------------------

--------------------------------------------

Redaksi Warga Palem Asri menerima tulisan, berita dan artikel dari para warga Palem Asri dan sekitar, silakan hubungi Facebook kami, click di link berikut FB Paguyuban Palem Asri
Redaksi Warga Palem Asri menerima tulisan, berita dan artikel dari para warga Palem Asri dan sekitar, silakan hubungi Facebook kami, click di link berikut FB Paguyuban Palem Asri

Minggu, 09 Oktober 2016

Kajian Hadist Arbain DKM AL IKHLAS - Penting Niat dalam Beribadah

PENTINGNYA NIAT DALAM BERIBADAH (LIPUTAN PENGAJIAN DKM AL IKHLAS) 

DKM Al-Ikhlas  menghadirkan kembali acara pengajian bulanan dengan menghadirkan ustadz Prayitno, dari Dewan Masjid Indonesia wilayah Tajur Halang, Kabupaten Bogor. Pengajian ini dilaksanakan pada hari Sabtu malam lalu (8/10).

Ust Prayitno (Dewan Masjid Indonesia, wilayah Tajur Halang)
Pengajian kali ini menyajikan kajian Hadits Arbain ( Kitab Ad-Durratus Syarah Al Arba’in An-Nawawiyah), karangan Imam Nawawi (semoga Allah meridhai beliau). Pengajian dibuka dengan tawassul untuk Nabi Muhammad saw, dan untuk Imam Nawawi pengarang kitab Hadits Arbain An Nawawi ini, agar ilmu yang kita pelajari ini akan membawa keberkahan.

Arbain Nawawi atau Al-Arba'in merupakan kitab yang memuat empat puluh dua hadits pilihan yang disusun oleh Imam Nawawi. Arba'in berarti empat puluh namun sebenarnya terdapat empat puluh dua hadits yang termuat dalam kitab ini. Kitab ini bersama dengan Kitab Riyadhus Shalihin dianggap sebagai karya Imam Nawawi yang paling terkenal dan diterima umat muslim di seluruh dunia. Kitab ini menjadi favorit di kalangan santri untuk memulai menghafal hadits-hadits Nabi sebelum beralih ke kitab-kitab yang lebih besar.
Al-Imam al-Allamah Abu Zakaria Muhyuddin bin Syaraf an-Nawawi ad-Dimasyqi, atau lebih dikenal sebagai Imam Nawawi, adalah salah seorang ulama besar mazhab Syafi'i. Ia lahir di desa Nawa, dekat kota Damaskus, pada tahun 631 H dan wafat pada tahun 24 Rajab 676 H. Kedua tempat tersebut kemudian menjadi nisbat nama dia, an-Nawawi ad-Dimasyqi. Ia adalah seorang pemikir muslim di bidang fiqih dan hadits. (Wikipedia).
Kajian Hadist 1 : Tentang Niat.


Dari Amirul Mu’minin, Abi Hafs Umar bin Al Khottob radiallahuanhu, dia berkata: Saya mendengar Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda : Sesungguhnya setiap perbuatan tergantung niatnya. Dan sesungguhnya setiap orang (akan dibalas) berdasarkan apa yang dia niatkan. Siapa yang hijrahnya karena (ingin mendapatkan keridhaan) Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada (keridhaan) Allah dan Rasul-Nya. Dan siapa yang hijrahnya karena dunia yang dikehendakinya atau karena wanita yang ingin dinikahinya maka hijrahnya (akan bernilai sebagaimana) yang dia niatkan. 

 “Innamal A’malu Binniat Wa Innama Likullimriin Ma Nawa. Famankana Hijratuhu illallah Wa Rasulihi Fahijratuhu Illallah Wa Rasulihi. Wa Mankanat Hijratuhu liddunya Yushibuha Au Imraatu Yankikhuha Fahijratuhu Ila ma Hajara Ilaihi”

(Riwayat dua imam hadits, Abu Abdullah Muhammad bin Isma’il bin Ibrahim bin Al Mughirah bin Bardizbah Al Bukhori dan Abu Al Husain, Muslim bin Al Hajjaj bin Muslim Al Qusyairi An Naishaburi dan kedua kitab Shahihnya yang merupakan kitab yang paling shahih yang pernah dikarang). Dari sabda Rasulullah saw di atas, ust Prayitno mengingatkan pentingnya niat kita sebelum beramal.

Karena jika ada niat selain mencari ridha Allah swt, maka bisa timbul yang namanya syirik kecil. syirik kecil itu ada karena ada motivasi lain selain Allah SWT. Yang dimaksud dengan syirik kecil itu adalah dosa yang akan menghapus amalan yang dilakukannya itu, tanpa menghapus amalan yang lainnya. Misalkan kita akan sholat, tetapi niat hati kita sholat untuk mendapat pujian dari tetangga kita, maka otomatis amalan sholat kita itu akan terhapus, dan kita hanya mendapat pujian dari tetangga, seperti niat kita aslinya.

Ustadz Prayitno juga menambahkan jika ada syirik kecil maka tentu ada syirik Besar. Yang dimaksud syirik besar adalah perbuatan yang menduakan atau menyekutukan Allah swt, dan ini dosanya tentu termasuk dosa besar dan hanya dengan taubatan nasuha bisa terampuni. Naudzubillahi min-dzalik.

Selanjutnya, ust Prayitno menjelaskan, bahwa dalam beramal haruslah ikhlas, yang dilandasi niat yang benar karena Allah semata. Ada tahapan ikhlas, yaitu (1) Ikhlas sebelum melakukan amal ibadah (2) Ikhlas pada saat melakukan amal ibadah dan (3) Ikhlas setelah melakukan amal ibadah.

Kadangkala kita sebelum beramal itu sudah mempunyai niat atau motivasi lain, maka ini juga mengurangi keikhlasan. Dan kadang kala juga pada saat kita sedang beramal-ibadah itu, terbersit niatan lain selain karena Allah swt dan setelah beramal pun, terkadang hati kita tergoda bisikan syetan untuk pamer atau riya kepada orang lain.

Berkaitan dengan hal Riya’, ustadz Prayitno mengingatkan bahwa Riya ini adalah perusak amal ibadah kita. Karena itu ada 2 syarat diterimanya amal kita :
1. Niat yang Ikhlas karena Allah swt semata,
2. Ittiba’ (mengikuti) sunnah Rasulullah saw atau sesuai Syariat.

Orang yang Ikhlas, itu ibarat seorang petani yang bercocok tanam di sawah atau ladang. Ketika dia menanam padi, maka akan muncul rumput dan hama, dan sang petani pun tetap terus merawat padi dan menyiangi rumput serta hama-hama yang muncul. Menanam padi, pasti akan muncul rumput/hama, tetapi menanam rumput atau hama tidaklah mungkin akan muncul padi. Artinya, seorang yang beramal ibadah pasti akan digoda oleh bisikan untuk riya atau pamer dan sebagainya, tetapi seorang yang berniat dengan kuat karena Allah swt, tidak akan terpengaruh dengan pujian atau cemoohan. Ada atau tidak ada pujian/cemoohan, dia tetap beramal ibadah.

Jadi berhati-hatilah. Jagalah selalu niat kita, demikian ustadz Prayitno berpesan kepada jamaah di musholla Al Ikhlas. Jangan sampai amal-amal kita menjadi tidak bernilai, seperti yang dicontohkan dalam al Quran :

 وَقَدِمْنَا إِلَى مَا عَمِلُوا مِنْ عَمَلٍ فَجَعَلْنَاهُ هَبَاء مَّنثُوراً -٢٣- 

“Dan Kami akan Perlihatkan segala amal yang mereka kerjakan, lalu Kami akan Jadikan amal itu (bagaikan) debu yang beterbangan.” (Al-Furqon 23).

Shodaqollahu al-adzim.
Wallahu-a'lam.
SHARE
Redaksi Warga Palem Asri menerima tulisan, berita dan artikel dari para warga Palem Asri dan sekitar, silakan hubungi Facebook kami, click di link berikut FB Paguyuban Palem Asri

Designed By Paguyuban Warga Palem Asri