--------------------------------------------

--------------------------------------------

Redaksi Warga Palem Asri menerima tulisan, berita dan artikel dari para warga Palem Asri dan sekitar, silakan hubungi Facebook kami, click di link berikut FB Paguyuban Palem Asri
Redaksi Warga Palem Asri menerima tulisan, berita dan artikel dari para warga Palem Asri dan sekitar, silakan hubungi Facebook kami, click di link berikut FB Paguyuban Palem Asri

Minggu, 30 Agustus 2015

SERAMNYA DRAMA HOROR SI MANIS JEMBATAN SERONG


Hantu di Drama Horor

Sebagai acara yang paling dinanti-nanti oleh seluruh warga Palem Asri dalam acara malam pentas seni HUT RI ke-70 th adalah tampilnya drama musikal horror yang berjudul “Si Manis Jembatan Serong”. Drama horror ini sengaja ditempatkan diakhir acara, agar penonton betah untuk menunggunya, sebelum acara makan-makan bersama. Begitu rahasianya, sampai-sampai untuk dandan ala setan, para pemain harus bersembunyi dirumah blok D-7 yang kebetulan berada disamping panggung. Menurut Andi Joe, sutradara drama mengatakan bahwa latihan pemainnya dilakukan Cuma 2 kali, dan itu mengambil waktu larut malam, agar tidak diketahui oleh orang banyak.

Lebih lanjut Joe menambahkan drama yang berdurasi 20 menit ini dimainkan oleh lima personil, yaitu Andi Joe (Pelukis), Karsono (Siti Badriah), Agus Mulya (Maemunah), Eris (Tukang Bajaj) dan Irawan (Ustad Syaiful). Tokoh hantu gentayangan dengan nama Siti Badriah dan Maemunah sengaja dimake up secara seram dan menggunakan kostum baju kuntilanak. “Mereka kita dandanin seseram mungkin, bahkan maemunah kita buat matanya seperti melotot, sedangkan siti badriah seperti kuntilanak berdarah” ujar Andi Joe di akhir acara malam pentas seni, Sabtu (29/8).  Satu lagi yang menarik adalah properti tukang bajaj dengan bajajnya. Bajaj tersebut merupakan kreasi Karsono dalam lomba sepeda hias yang sudah diadakan beberapa minggu lalu.

Dari awal pertunjukan drama horror ini sudah diperingatkan oleh MC agar anak-anak jangan dekat-dekat panggung, dan bagi yang punya sakit jantung agar duduknya dibelakang. Penonton dibuat ketakutan dengan munculnya hantu itu karena didukung dengan penataan music yang mencekam. “Drama horror itu sungguh seram dan lucu, kami tidak menyangka bapak-bapak bisa kreatif buat drama yang sangat bagus itu” ujar Rahadian salah seorang penonton. Akhirnya semua merasa terhibur dengan sajian drama horror, dengan senyum simpul mereka mengacungkan jempol tinggi-tinggi. (hrs)
Lanjut Baca ...

CERITA DIBALIK DRAMA MUSIKAL Si PITUNG


Suksesnya sebuah pertunjukan tentunya ditentukan oleh berbagai faktor, salah satunya adalah keseriusan para pemain. Drama musikal yang ditampilkan oleh anak-anak Palem Asri yang berjudul “Si-Pitung Rohinhood Betawi” mendapat pujian dari semua penonton didalam acara Malam Pentas Seni HUT RI ke-70 Th pada hari Sabtu, 29 Agustus lalu, dikarenakan pemainnya yang kebanyakan remaja itu sangat bersungguh-sungguh dalam berlatih dan menjiwai tokoh yang diperankan. Demikian disampaikan Andi Joe, sutradara drama musikal diakhir acara, Sabtu (29/8). Joe menambahkan mulai dari awal pementasan hingga akhir anak-anak bermain sangat bagus sekali. “Mereka itu hanya berlatih 2 kali dalam seminggu selama sebulan, tapi hasilnya sangat memuaskan” ujar Bapaknya Rico.

Mengenai konsep drama yang berdurasi 34 menit ini, Joe menjelaskan bahwa drama musikal Pitung ini naskah dan skenario serta pemilihan musik dilakukan oleh Haris sang Ketua RT. Sedangkan pengisi suara dibantu oleh Herni Suryani, Ade Martin dan Agus Mulya. “ Rekaman dubbing suara dilakukan di Birds Studio Cibinong, dan hasil rekamannya bagus, meski melalui edit beberapa kali” ungkap Joe. Ditanya tentang properti drama, Joe mengakui bahwa karena dananya minim,maka kostum pemain itu ala kadarnya. Joe menjelaskan bahwa meski kostum yang didapat dari pinjaman tetangga, namun tidak menyurutkan semagat anak-anak untuk bermain bagus.

Beberapa komentar tentang pertunjukkan drama si Pitung menyatakan bahwa pemain dan alur ceritanya sangat bagus. “Saya tidak menyangka anak-anak bisa bermain drama dengan sangat bagus” kata Ade Rachmat Sekretaris RT. Hal senada juga diungkapkan Eko Budiarto yang mengatakan meski kurang latihan dan menggunakan properti yang belum memadai, namun dari awal hingga akhir semua penonton mengaku puas. Drama si Pitung ini adalah awal sebagai titik start pembelajaran terhadap generasi muda agar punya rasa percaya diri untuk tampil didepan umum serta membangkitkan nilai-nilai kebangsaan yang mulai luntur di masa kini. (hrs)
Lanjut Baca ...

Sabtu, 29 Agustus 2015

MERIAHNYA MALAM PENTAS SENI



Acara malam pentas seni dalam rangka memperingati HUT RI ke-70 th di Palem Asri berlangsung meriah. Sebuah perhelatan yang digelar pada hari Sabtu, 29 Agustus 2015 dan tergolong sukses itu, sebagai bukti kerja keras panitia yang digawangi oleh Tohidin, Andi Joe, Karsono, Agus Mulya dan Yudiono. Dalam sambutannya, Tohidin mengatakan bahwa malam pentas seni itu sebagai acara puncak peringatan HUT RI ke-70 tahun di Perumahan Palem Asri, yang sebelumnya diawali dengan berbagai macam perlombaan. “Saya mengucapkan apresiasi yang setinggi-tingginya terhadap kerja seluruh panitia dan warga yang telah banyak membantu pikiran, tenaga dan materi dari awal pertandingan hingga acara puncak ini” kata Tohidin dalam sambutannya.

Acara yang dimulai tepat pukul 8 malam ini dihadiri oleh seluruh penghuni Palem Asri dan beberapa warga kampung sekitarnya. Tema acara malam pentas seni itu “Dari kita untuk kita dan oleh kita”, karena memang acara tersebut hanya diisi oleh tiga tarian dan 2 drama musical yang kesemua pemainnya warga Palem Asri. “ Beda dengan sebelumnya, kali ini kita sendiri yang mencoba untuk berkreasi dalam mengisi acaranya’”ujar Andi Joe salah satu panitia. Lebih lanjut Andi Joe menambahkan, tema itu sengaja diangkat sebagai wahana pembelajaran bagi generasi remaja Palem Asri, agar berani tampil dan mengembangkan potensi yang ada.

Dua tarian, yakni tarian “Pusing Kepala Berbie” dan “Bara-Bere” yang dimainkan sangat bagus sekali oleh adik-adik kecil Palem Asri. Drama Musikal dengan judul “Si-Pitung Rohinhood Betawi” yang dibawakan oleh remaja Palem Asri membuat decak kagum para penonton. “ Sungguh bagus drama itu, ada lucu, sedih dan gerakan tariannya. Benar-benar salut dan sukses bagi remaja” Ujar Muktarudin. Bahkan, istrinya sempat meneteskan air mata saat anaknya yang memerankan tokoh si-Pitung tertembak oleh Belanda dan dibacakan puisi berjudul “PUSARA PAHLAWAN”. “Haru dan lucu drama itu, membuat kami semua bangga” ujar Sutarlan, salah satu warga.

Acara yang paling heboh dan sedikit mencekam, yakni drama musikal yang berjudul “Si Manis Jembatan Serong”. Banyak dari penonton, khususnya anak-anak dan beberapa ibu ketakutan dengan drama horror itu. “ Wah…hebat banget cerita, penataan musik dan dandanan serta tokoh dalam drama yang mencekam itu” ujar Rahadian salah seorang warga yang mengaku juga ketakutan itu. Acara ditutup dengan makan-makan bersama yang telah disediakan oleh Ibu-ibu PKK dan warga pulang kerumah masing-masing dengan senyum puas. (hrs)
Lanjut Baca ...

Selasa, 18 Agustus 2015

Lucunya Agustusan

Seperti tahun sebelumnya, lomba untuk bapak-bapak selalu diadakan diantaranya lomba futsal dengan mengenakan daster. Pertandingan futsal dengan daster ini merupakan hiburan bagi penghuni Palem Asri, soalnya bikin semua orang ketawa melihat penampilan feminin bapak-bapak. Demikian disampaiakn Fitri, salah seorang panitia HUT RI ke-70 th, disela-sela acara, Senin (17/8). Ditambahkannya, perlombaan futsal ini diikuti oleh 4 grup, dan masing-masing grup terdiri dari 4 orang. "Meski bukan tanding futsal beneran, dipastikan bisa menghibur semua warga, karena lucu tampilan bapak-bapak" ujar Fitri.

Tepat jam 4 sore, keluarlah tim futsal dari masing-masing grup. tampak lucu-lucu, ada yang dandan seperti madona, dengan rok dan tang top merah serta mengenakan BH, ada yang memakai rambut palsu dan dalam keadaan hamil. "Kocak banget tuh bapak-bapak, gokil abis" ujar Herni, salah seorang warga yang menyaksikan pertandingan itu.

Dari pertandingan itu, akhirnya yang menjadi juara 1 adalah tim futsal grup 4 yang terdiri dari Dana, Aldi, Ade Martin dan Agus P. Sedangkan yang jadi juara 2 adalah grup 1, yang terdiri dari Yudiono, Karsono, Irawan dan Zaenudin. Sekali lagi, bukan laga futsal yang terpenting, melainkan bagaimana momen agustusan ini bisa memberikan hiburan dan meningkatkan rasa kebersamaan. (hrs)


Lanjut Baca ...

Indahnya Kebersamaan


Mungkin momen Hari Kemerdekaan ini bisa menjadi salah satu ajang untuk meningkatkan rasa kebersamaan dan kerukunan antar warga. Hal itu terbukti, di setiap kegiatan tampak kerja sama warga terjalin dengan baik. Dari mulai kerja bakti warga untuk pembangunan gapura maupun di setiap kegiatan pertandingan dan lomba agustusan. "Silaturahmi warga dan kebersamaan tampak terjalin di momen HUT RI ke-70 th ini, begitu kompak dan solid" ujar Ade Rachmat, Sekretaris RT disela-sela acara lomba ibu-ibu, Minggu (17/8). Ade menambahkan, gapura yang megah serta program yang berjalan itu indikator kekompakkan warga penghuni Palem Asri.

Dalam setiap kesempatan bila ada kegiatan, selalu dibiasakan untuk melakukan makan bersama secara sederhana di lingkungan perumahan. Meski hanya beralas daun, dengan masakan nasi liwet dan lauk jengkol, akan terasa nikmat jika disantap secara rame-rame. "Emang beda rasanya, kalau makan bareng gini, meski lauknya hanya sambal dan tahu tempe, tapi terasa nikmat" ujar Zaenudin, salah seorang warga. Semua berharap agar solid dan kompak yang selalu didengungkan, tidak hanya pada momen agustusan, tetapi menjadi simbol yang harus terpatri disetiap warga Palem Asri dimanapun dan kapanpun juga. (hrs)
Lanjut Baca ...

Senin, 17 Agustus 2015

Semangat 45 menghias Sepeda

Ada satu even lomba yang baru diselenggarakan pada tahun ini di Palem Asri, yaitu lomba hias sepeda. Sepeda hias ini merupakan lomba yang bagus untuk memupuk rasa nasionalis merah putih pada diri anak-anak Palem Asri. Demikian dituturkan Latif, salah seorang juri Sepeda Hias. Latif menambahkan, meski semua orang tua direpotkan dengan segala tetek bengek hiasan sepeda, namun mereka bersemangat membuatnya demi anaknya. "Lomba diadakan jam 8 pagi pada hari Senin tanggal 17 Agustus 2015" ujar Latif dilapangan bulu tangkis, Senin (17/8). Dalam hal penilaian, Latif menjelaskan ada beberapa kriteria penilaian, yakni tingkat kesulitan, keindahan dan kostum peserta.

Jam 7 pagi, terlihat anak-anak dengan membawa sepeda hiasnya sudah berkumpul didepan pos keamanan. dari pengamatan redaksi, tampak ada sepeda yang dimodel seperti pesawat terbang, bajaj, pesawat sukhoi, tank, kapal dan banyak yang lainnya. "Ampun deh, saya dibuat repot nih sama panitia, saya hias sepeda anak saya sampai jam 3 pagi" celoteh Rahadian, salah seorang warga. Ian begitu sapaannya, merasa bangga dan senang meski terlihat kelelahan dan masih ngantuk. Hal senada juga diucapkan oleh Bayu, yang sepeda anaknya sudah dihias ayam jago, tetapi anaknya nangis minta dibuatkan model pesawat terbang. "Ini lomba yang banyak buat rempong orang tua, tapi seneng juga sih" kelakar Bayu.

Jam 8 pagi, peserta lomba sepeda hias diluncurkan pada garis start di depan gapura Palem Asri, yang melintasi rute keliling perumahan. Begitu meriah lomba ini berlangsung, karena anak-anak begitu senang dan bangga dengan kibaran merah putih yang menghiasi sepedanya. (hrs)
Lanjut Baca ...

Kemeriahan Hari Kemerdekaan

Sesuai dengan jadwal perlombaan dalam rangka memperingati HUT RI ke-70 th di Perumahan Palem Asri, untuk lomba anak-anak digelar pada hari Minggu pagi, tanggal 16 Agustus 2015. Dari mulai jam 7 pagi tampak anak-anak Palem Asri sudah berkumpul dilapangan bulu tangkis, sepertinya mereka sudah tak sabar untuk berlomba. Demikian disampaikan Adi, koordinator lomba anak-anak. "Mereka semua sangat antusias untuk mengikuti lomba yang diadakan setahun sekali itu" ujar remaja pendiam ini. Ditambahkannya, untuk lomba tahun ini tidak jauh dengan tahun tahun sebelumnya, yakni lomba bawa kelereng, lomba makan kerupuk dan lomba memasukkan paku kedalam botol, dan ada lagi tambahan yakni lomba balap kuda kecil.

Tepat jam 8 teng, perlombaan dimulai, dan semua warga keluar untuk menyaksikan anak-anaknya lomba. Setelah lomba, panitia telah menyiapkan snack dan minum buat peserta. Tentu hal ini, membuat anak-anak senang dan bersemangat. Semua perlombaan anak-anak selesai pada pukul 11.00, karena cuacanya begitu terik, dan panitia sudah kelihatan kelelahan dan hampir dehidrasi karena kepanasan. Terlihat anak-anak gembira dan ceria untuk kembali kerumah masing-masing, meski dirinya kalah dalam lomba.

Tohidin, ketua panitia HUT RI ke 70 th Palem Asri mengatakan, bahwa nanti sore akan diadakan lomba untuk ibu-ibu. Menurutnya, ada tiga lomba yang akan digelar, yakni lomba joget rebut kursi, lomba joget berpasangan dan lomba pukul balon air. "Jam 4 sorelah kita mulai lomba ibu-ibu" ujar bapaknya Nugi disela-sela perlombaan anak-anak, Minggu (16/8). Pengamatan redaksi, tepat jam 4 sore, panitia dan ibu-ibu sudah kumpul dilapangan bulu tangkis, dan lomba dimulai. Meski tidak diikuti oleh seluruh ibu-ibu Palem Asri, namun keterwakilan ibu-ibu peserta lomba sudah cukup untuk menghibur dan membuat keceriaan di lingkungan perumahan.(hrs)
Lanjut Baca ...

Rabu, 12 Agustus 2015

Megahnya Gapuraku...

Megahnya Gapura Palem Asri
Dari hasil kerja bakti Bapak-bapakPalem Asri pada hari Minggu (9/8) lalu dan dilanjutkan pada hari Selasa (12/8), telah berdiri sebuah gapura yang kelihatannya kokoh dan indah. Gapura ini memang impian semua warga Palem Asri, karena selama 4 tahun sejak perumahan ini berpenghuni, baru tahun ini bisa terwujud. Demikian disampaikan Andi Joe, salah seorang Panitia Agustusan Palem Asri disela-sela kerja bakti, Selasa (12/8). Menurutnya, meski gapura ini bersifat sementara, karena terbuat dari bahan kayu dan triplek, yang mungkin tidak akan bertahan sampai jangka waktu lama, tetapi pendirian gapura ini memberikan semangat dan kebanggaan bagi penghuni perumahan. " Gapura ini memberikan motivasi semangat bagi kita semua, akan pentingnya kebersamaan dan yang jelas kami bangga sudah bisa wujudkan impian memiliki gapura" ujar Andi Joe.

Senada dengan pernyataan Andi Joe, banyak warga yang melihatnya menyatakan kekagumannya terhadap gapura itu. Decak kagum warga saat melintas didepan gapura Palem Asri. " Saya pikir itu sudah permanen dan terbuat dari semen dan batako. Gak taunya triplek, soalnya kokoh dan megah sih" kata Wakun saat melihat gapura. Wakun menambahkan, bahwa kekompakan dan kesolidan warga Palem Asri patut mendapat apresiasi setinggi-tingginya, hingga semua program dapat berjalan dengan baik.

Rasa bangga dan senang juga terpancar dari Karsono, sang arsitek pembuat gapura. Meski dia belum sehat betul, tapi demi Palem Asri, dia mulai acuhkan rasa sakit dikakinya. Karsono dengan semangat naik turun tangga untuk melakukan pemasangan tiang tengah yang dibuatnya seperti konsep papan reklame. Akhirnya, berdirilah gapura megah Palem Asri, semoga menjadi pencetus spirit kebersamaan seluruh warga di masa kin dan masa yang akan datang. (hrs)
Lanjut Baca ...

Minggu, 09 Agustus 2015

Kerja Bakti Untuk Gapura Palem Asri



Pagi itu di Palem Asri, jam masih menunjukkan 9.30 WIB, tapi terik matahari sudah begitu menyengat kulit. Tampak Bapak-bapak warga Palem Asri berkumpul dilapangan bulu tangkis untuk kerja bakti pembuatan gapura. Dalam pekerjaan pembuatan gapura itu dikomandoi oleh sang Superhero Sumur Beracun, Karsono. Meski dia belum sembuh betul, dan jalannya juga agak pincang-pincang, tapi tidak menyurutkan semangat untuk bekerja demi Palem Asri. Gapura Palem Asri memang baru tahun ini dibuat, makanya warga begitu antusias mewujudkannya.

Menurut Karsono, konsep gapura menggunakan design minimalis dan dikarenakan anggaran terbatas, maka menggunakan kayu dan triplek. "Gapura ini sederhana tapi tampak megah, meski hanya dengan bahan kayu dan triplek" ujar Karsono saat ditemui diacara kerja bakti gapura, Minggu (9/8). Dalam pengerjaannya, lanjut Karsono, membutuhkan 18 batang kayu kaso, 4 lembar triplek 3 mm dan 3 lembar triplek 9 mm. " Sekitar 1,5 jutalah untuk belanja materialnya" ujar bapak 5 orang putra ini. 

Sekitar jam 18.00 WIB, gapura sudah berdiri diujung jalan masuk Palem Asri. kata megah dan bagus banyak terlontar dari mulut warga yang kebetulan melintas depan gapura. Hal itulah yang buat bangga bapak-bapak yang saat itu ikut kerja bakti. Rasa capek dan letih seakan tidak terasa dan tertimbun dengan rasa bangga, bahwa dari tangannya membuahkan sebuah karya yang menakjubkan. Sekali lagi bravo buat Karsono dan Bapak-bapak Palem Asri, semangat 45 mu menjadi sebuah kebersamaan dalam wujudkan gapura nan indah di Palem Asri. (hrs)






Lanjut Baca ...

Semangat 45 dalam Bertanding

Dalam rangka memeriahkan peringatan HUT RI ke-70 th, di Palem Asri diadakan beberapa pertandingan dan perlombaan, diantaranya Tenis meja dan Bulu tangkis. Di cabang tenis meja dipertandingkan single yang akan memperebutkan juara 1 dan 2. Demikian disampaikan Tohidin, Ketua Panitia Peringatan HUT RI ke-70 th Palem Asri, di kediamannya, sabtu (9/8) lalu. Menurutnya, dalam tenis meja dilberlakukan grup A dan grup B dengan menggunakan sistem gugur. "Memang cabang ini baru dipertandingkan pada tahun ini, yang sebelumnya tidak pernah diadakan, karena tidak mempunyai fasilitas" ujar Tohidin.

Udin demikian pria ini disapa menambahkan, cabang tenis meja ternyata mendapat atensi dari seluruh warga, terbukti hampir 90 persen bapak-bapak palem asri mengikutinya. Lebih lanjut dikatakan, pertandingannya digelar dijalan utama Palem yang sudah diperbaiki, untuk memudahkan pengangkutan lapangan tenis meja. Dari pengamatan redaksi saat pertandingan ini berlangsung, tidak disangka ternyata banyak yang bisa dan mahir bermain tenis meja. " Wah ternyata banyak bakat terpendam olah ragawan tenis meja di palem asri, semua jago-jago" ujar Memen, koordinator tenis meja.

Selain tenis meja, diselenggarakan pertandingan bulu tangkis double/pasangan dengan menggunakan sistem setengah kompetisi. ada 10 pasangan yang akan mencoba bertanding, dan dengan sekuat tenaga akan berusaha mengalahkan. Dari awal sudah ditanamkan jiwa sportifitas dan solidaritas, menang bertanding itu perlu, tetapi lebih perlu lagi sebuah kebersamaan. (hrs)
Lanjut Baca ...

Selasa, 04 Agustus 2015

Nyaris, Gara-gara Sumur Beracun



Sumur Beracun
Kedua Warga Palem Asri, Yudiono dan Karsono nyaris menjadi korban gas beracun yang keluar dari sumur milik Agus Purwanto seorang warga di blok F-15. Bermula dari kekeringan debit air di sumur gali milik Agus Purwanto, dan sudah tidak keluar air sejak seminggu lalu, maka keluarga Agus Purwanto meminta tolong kepada Yudiono yang kebetulan tinggal depan rumahnya. Atas dasar permintaan tolong tetangganya ini, Yudiono yang memang dikenal sebagai warga yang ringan tangan berniat untuk membantu dan akan menggali sumur Agus, sampai-sampai dia rela untuk bolos kerja, demi bantu tetangganya.

Pagi itu, Rabu (5/8) dengan meminta bantuan Karsono, Yudi demikian pria itu dipanggil, langsung turun kedalam sumur dengan bantuan tali tambang. Sesampainya di dasar sumur,  Yudi terlihat sesak nafas dan kejang-kejang, mengetahui keadaan Yudi semakin parah, Karsono panik dan segera berlari kerumahnya untuk mengambil tambang dan kompresor serta berteriak minta tolong. Teriakan tolong Karsono, membuat warga menjadi geger dan segera semua berlarian menuju ke sumur milik Agus Purwanto. 

Karsono, hampir pingsan
Yudiono sedang dirawat warga
Segera setelah sudah banyak orang di TKP, Karsono segera turun ke dalam sumur dengan tujuan ingin menyelematkan Yudi dengan cara mengikatnya. Dikarenakan sumur itu mengeluarkan gas, membuat diri Karsono menjadi lemas dan hampir tak berdaya. Akhirnya Yudi dan Karsono berhasil ditarik rame-rame keluar dari sumur beracun itu dalam keadaan hampir pingsan.

Menurut Memen, salah satu saksi mata menuturkan, fisik Karsono agak kuat dibanding Yudi, makanya Karsono masih sempat melilitkan tali di tubuh Yudi. "Kita gak tahu deh, apa jadinya bila Karsono tak berhasil melilitkan tali di tubuh Yudi, mungkin keduanya akan jadi korban sumur beracun itu" ujar Memen. Lebih lanjut Memen menambahkan semua orang panik dan bingung harus berbuat apa, beruntungnya pagi itu, masih banyak orang yang belum berangkat kerja, sehinga bisa membantu proses penyelamatan.

Semua saksi mata, mengucapkan puji syukur kepada Allah, karena telah menyelamatkan kedua warga Palem Asri yang terkenal baik dan suka menolong itu. Dari kejadian ini bisa diambil pelajaran, bahwa niat baik itu sangat dibutuhkan, tetapi alangkah bijak jika disertai dengan langkah memperkecil sebuah resiko, yakni dengan cara uji kemampuan. Apabila dipandang untuk tidak mampu dan mengundang resiko yang berbahaya, mending diserahkan pada ahlinya. (hrs)
Lanjut Baca ...
Redaksi Warga Palem Asri menerima tulisan, berita dan artikel dari para warga Palem Asri dan sekitar, silakan hubungi Facebook kami, click di link berikut FB Paguyuban Palem Asri

Designed By Paguyuban Warga Palem Asri