--------------------------------------------

--------------------------------------------

Redaksi Warga Palem Asri menerima tulisan, berita dan artikel dari para warga Palem Asri dan sekitar, silakan hubungi Facebook kami, click di link berikut FB Paguyuban Palem Asri
Redaksi Warga Palem Asri menerima tulisan, berita dan artikel dari para warga Palem Asri dan sekitar, silakan hubungi Facebook kami, click di link berikut FB Paguyuban Palem Asri

Selasa, 23 Juni 2015

Pencerahan Puasa Hari Pertama

Ust, Haris Memberikan Pencerahan
Kamis, 17 Juni 2015, merupakan hari pertama puasa Ramadhan 1436 H. Didalam pelaksanaan sholat teraweh yang digelar oleh Mushola Al-Ikhlas, didahului oleh Kultum atau pencerahan dari kepala suku Palem Asri, yakni Ust.Haris. adapun bahan pencerahan/kultum adalah sebagai berikut :

Hadirin Jamaah yang dirahmati Allah, Alhamdulillah kita tadi seharian dari Shubuh sampai adzan Maghrib berkumandang telah melaksanakan salah satu perintahnya, yakni Puasa atau Shaum Ramadhan. Sebagai hamba yang beriman kita diwajibkan untuk menjalankan perintah puasa tersebut, seperti yang tertulis di dalam Qs. Al-Baqarah : 183, sebagai berikut

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّ
ذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu, agar kamu bertaqwa. (QS. Al-Baqarah : 183)
Jadi jelas puasa kita di bulan Ramadhan, bertujuan agar nanti kita semua menjadi Tattaqun (bertakwa).
Hadirin Rohimikallahu, begitu mulianya bulan Ramadhan, sampai-sampai Rasulullah disaat bulan Rajab selalu berdoa setiap hari :
Allahumma baarik lanaa  fii Rajabin wa sya’baan, wa balighna Ramadhan

Ya Allah berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya’ban dan sampaikanlah kami pada Bulan Ramadhan (HR At Tirmidzi dan Ad Darimi)
Begitu agungnya bulan Ramadhan ini, hingga Rasul menuntun kita agar kita juga tidak akan melewatkan bulan keberkahan (Syahrun Mubarok) ini lewat begitu saja.
“Awwaluhu rahmah, ausatuhu maghfirah, wa akhiruhu itkun minannar ".
10 hari pertama mendatangkan rahmat, 10 hari kedua mendatangkan ampunan Allah, dan 10 hari terakhir membebaskan dari api neraka

Kaum muslimin yang dirahmati Allah Subhanahu wa ta’ala …
Sesungguhnya kita bergembira dengan hadirnya Ramadhan, karena bulan ini membawa banyak keutamaan bagi kita semua. Jika kita merenunginya satu persatu lebih mendalam, maka tentulah kegembiraan itu akan kian bertambah lengkap dan sempurna. Marilah kita melihat beberapa keutamaan Ramadhan yang menjadikan alasan kita bersuka cita menyambutnya …

Pertama : Karena Ramadhan bulan penggugur dosa kita

Di bulan suci Ramadhan ini, ada amalan wajib yaitu shaum Ramadhan dan ada amalan sunnah yaitu qiyam Ramadhan, yang ditegaskan oleh Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa salam mampu menghapuskan dosa-dosa yang telah lalu. Beliau Shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda:
«مَنْ صَامَ رَمَضَانَ، إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا، غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ»
Man shoma romadhona imanan wahtisaban, ghufirolahu ma taqoddama min dzanbih. 
Barangsiapa melakukan puasa Ramadhan karena keimanan dan mengharapkan pahala di sisi Allah, niscaya dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni. (HR. Bukhari no. 38 dan Muslim no. 760)

Rasulullah SAW bersabda dengan lisannya yang mulia :
           
رَمَضَانَ   الْجُمُعَةِ وَرَمَضَانُ إِلَى  وَالْجُمُعَةُ إِلَى الْخَمْسُ الصَّلَوَاتُ
مُكَفِّرَاتٌ مَا بَيْنَهُنَّ إِذَا اجْتَنَبَ الْكَبَائِرَ

”Shalat lima waktu, shalat jum’at sampai ke shalat jum’at berikutnya, puasa Ramadhan ke puasa Ramadhan berikutnya adalah sebagai penghapus (dosa) apabila perbuatan dosa besar ditinggalkan”. (HR. Muslim)

Kaum muslimin yang berbahagia …
Hal kedua yang membuat kita berbahagia adalah, karena Ramadhan merupakan bulan musim kebaikan, dimana kita semua menjalankan ibadah dengan penuh semangat, berbondong bonding dan sungguh terasa lebih ringan. Inilah yang dijelaskan dalam
hadist Rasulullah SAW, tentang Ramadhan sebagai musim kebaikan yang menakjubkan :
 
“Iza ja’a ramadhanu futihat abwabu al-jannati wa ghulliqat abwabu al-nari wa suffidat al-syayathin”
 “Jika datang Ramadhan, maka dibukalah pintu-pintu surga, ditutup pintu-pintu neraka dan syetan dibelenggu.” (HR. Muslim No. 1079)

Inilah yang menjadikan kita bergembira, karena kebaikan begitu mudah dijalankan. Bersama sama kita lihat di masjid, mushola, bahkan di rumah-rumah kita, bagaimana Ramadhan menyinari kita dengan banyak amal dan kegiatan yang tak putus dan henti-hentinya. Dari mulai pagi hari hingga malam menjelang, bergantian kita melaksanakan amal kebaikan yang begitu beragam.

Kaum muslimin yang berbahagia …
Hal ketiga yang membuat kita berbahagia adalah, karena Ramadhan adalah bulan dimana ukhuwah kita meningkat. Bayangkan saja, bagaimana hari-hari ini dipenuhi dengan banyak pertemuan antar jamaah masjid, dari mulai sholat tarawih berjamaah, tadarusan selepas tarawih, hingga sholat shubuh berjamaah …. Kaum muslimin berkumpul setiap harinya dan merasakan keindahan ukhuwah yang luar biasa. Bahkan bukan hanya di luar rumah, di dalam rumah pun kita menemukan keharmonisan yang bertambah saat Ramadhan tiba. Banyak kesempatan untuk berkumpul antar anggota keluarga, khususnya saat buka puasa dan sahur menjelang. Ini semua tanpa kita sadari, sungguh membuat hati kita lebih tenteram dan nyaman. Lebih siap untuk menjalani semua aktifitas dan tantangan dalam kehidupan ini.

Kaum muslimin yang berbahagia …
Yang terakhir, tentu saja kita bergembira dalam bulan Ramadhan ini karena Allah SWT banyak menjanjikan pahala kemuliaan bagi kita semua melalui amal-amal yang ada di dalamnya. Amalan sunnah di bulan lain akan dinilai dengan amalan fardhu di bulan Ramadhan, sedangkan amalan fardhu, akan mendapatkan pahala seolah-olah melakukan 70 amalan fardhu pada bulan lain.

Setiap amal pada bulan Ramadhan makan Allah sendiri yang akan menghantarkan pahalanya
 Firman Allah Ta’ala dalam hadist Qudsi :
Kullu ‘amalibni âdama lahu illa al-sawmu fa’innahu li wa anâ ajzî bihi’, (Setiap  perbuatan anak Adam untuk dirinya, kecuali puasa, sesungguhnya puasa itu untuk-Ku dan Aku sendiri yang akan mengganjarnya (HR. Muslim). Allah yang akan memberi pahala langsung kepada kita atas puasa, karena hanya Allah jualah yang maha mengerti dan mengetahui siapa yang melakukan puasa dengan sebenar-benarnya. Kita bisa menipu manusia, tapi kita tidak bisa berkelit dari tatapan Allah.
“Setiap amalan anak Adam itu adalah (pahala) baginya, kecuali puasa, karena puasa itu untuk-Ku dan Akulah yang akan membalasnya.” (HR. Bukhari No. 1795, Muslim No. 1151, Ibnu Majah No. 1638, 3823, Ahmad No. 7494, Ibnu Khuzaimah No. 1897, Ibnu Hibban No. 3416)
Akhirnya, marilah kegembiraan ini kita jadikan sebagai pemicu awal untuk lebih bersemangat dalam mengarungi samudera keberkahan Ramadhan dengan ragam ibadahnya yang mulia. Kita menjalaninya satu persatu dengan ringan penuh suka cita, agar semua yang dijanjikan bisa kita dapatkan dalam Ramadhan ini. Semoga Allah SWT memudahkan …..
SHARE
Redaksi Warga Palem Asri menerima tulisan, berita dan artikel dari para warga Palem Asri dan sekitar, silakan hubungi Facebook kami, click di link berikut FB Paguyuban Palem Asri

Designed By Paguyuban Warga Palem Asri